Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Zoomer, Robot Anjing Cerdas yang Membawa Keceriaan di Rumah Anda

Zoomer, Robot Anjing Cerdas yang Membawa Keceriaan di Rumah Anda
Bagi para pecinta binatang namun terhalang alergi, kini ada cara baru untuk memiliki binatang peliharaan. Namanya Zoomer, robot anjing terbaru produksi Spin Master LTD.


Dibandingkan dengan produk sejenisnya yang bisa berharga ribuan dolar, Zoomer hadir dengan harga sangat terjangkau. Robot peliharaan yang ditujukan bagi anak-anak berusia 5 tahun ke atas ini hanya dibanderol sebesar US$99 atau Rp1 jutaan.

Tapi, kendati berharga miring, bukan berarti Zoomer tak punya kemampuan mumpuni. Malah, Zoomer diklaim sebagai robot peliharaan dengan teknologi paling maju. Dalam rilis yang dikeluarkan Spin, seperti dikutip Mashable, Zoomer adalah electronic companion alias teman elektronik yang sangat menghibur.


Seperti yang diklaim Spin, teknologi Zoomer memang berada jauh di atas mainan pada umumnya. Dia punya kemampuan gerak motorik yang cukup berkembang, yang membuat Zoomer bisa berlari lebih cepat daripada robot-robot anjing sejenis.

Sensor yang terletak di bagian dada bisa mendeteksi gerakan dan sentuhan. Zoomer juga bisa merespon perintah suara dalam tiga bahasa berbeda, Inggris, Spanyol dan Prancis.

Bisa dikatakan, Zoomer pun bertingkah layaknya anak anjing. Dia senang berlari kesana-kemari, bahkan menabrak barang-barang. Zoomer pun gemar menggonggong bahkan bisa pipis, tanpa berantakan tentunya.


Zoomer juga bisa berguling dan bangun sendiri jika dibiarkan dalam moda bebas. Selain itu, matanya yang dilengkapi lampu LED membuatnya terlihat pintar. Tunggu hingga kedua lampu di matanya berubah menjadi tanda tanya, maka Zoomer siap menerima perintah dan melaksanakannya.

Anda bisa memerintahkannya duduk, berlari, bersalaman atau pura-pura mati hanya dengan perintah suara.

Tapi, selayaknya robot, baterai Zoomer butuh diisi ulang. Sekali mengisi ulang, dibutuhkan waktu selama satu jam. Kabel USB di perutnya bisa dengan mudah disambungkan pada sumber listrik ataupun komputer.


Sumber :
viva

Dokter di Surabaya Kembangkan Mobil Berbahan Bakar Udara

Mencari alternatif pengganti bahan bakar fosil sedang giat dikembangkan berbagai kalangan. Satu terobosan baru cukup mengejutkan adalah mobil menggunakan bahan bakar udara.

Helmy Djafar, dokter di klinik Cita Husada dan Surabaya Herbal Center membuat inovasi mobil ramah lingkungan. Helmy membeli mobil bekas dan mesinnya di ganti dengan mesin karyanya sendiri, yang dapat menerima udara yang telah dikomporesi dan bertekanan tinggi sehingga mesin dapat bekerja dan menggerakkan mobil.



Bahkan mobil itu semakin ramah lingkungan karena udara buangnya dapat dimanfaatkan sebagai listrik dan penyejuk udara di dalam mobil.

Ide mengembangkan teknologi otomotif atau mobil berbahan bakar udara ini berawal dari kesenangannya dengan dunia teknik, karena pernah mengenyam pendidikan di teknik elektronika di IKIP Surabaya atau sekarang Universitas Negeri Surabaya meski tidak sampai tamat. Helmy hanya beberapa bulan menempuh pendidikan di teknik sipil Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.

Helmy berpikir pemanfaatan udara sebagai bahan bakar mobil tentu akan lebih menghemat biaya. Beranjak dari pemikiran itu 15 tahun silam Helmy telah melakukan eksperimen namun mengalami sejumlah kendala. Niat mengembangkan mobil berbahan bakar udara muncul kembali setelah maraknya mobil listrik buatan Indonesia.

�Ide untuk membuat mobil udara ini sebenarnya sejak 15 tahun lalu, bahkan sempat iklan juga untuk cari investor. Sayangnya saya mendapat teror supaya menghentikan penelitian itu,� katanya. Setelah sempat mendapat ancaman untuk menghentikan penelitian mobil udara itu, Helmy sempat menghentikan sejenak risetnya untuk membuat mobil hemat energi.

Namun rasa penasarannya terus bergejolak hingga akhirnya ia terus melakukan risetnya meski secara diam-diam. Barulah di tahun 2013 ini risetnya diperkenalkan kepada publik dengan nama mobil udara. Selama proses pembuatan mobil ini, ia tidak sendirian namun dibantu oleh beberapa orang kawannya. �Dulu kan sempat berhenti selain ada ancaman juga karena dananya yang kurang. Lalu kita buat lagi, namun kali ini dibantu beberapa kawan saya seperti Pak Anang dan Sony sebagai teknisinya,� paparnya.

 

Mobil udara buatan Helmy ini bisa dibilang sangat murah karena hanya memanfaatkan udara yang dimasukkan ke dalam tabung kompresor berisi sekitar 20 kiloan. Tiap satu tabung diperkirakan bisa menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Kecepatan yang bisa ditempuh oleh mobil yakni 60- 70 km/jam. Proses kerjanya juga sederhana, yakni udara yang dikompresikan jika mobil dihidupkan akan menggerakkan poros dan bisa berjalan.

�Kalau kita hitung, tiap sepuluh kilometer itu hanya menghabiskan dana seratus rupiah lho. Karena kalau udara di tabungnya habis tinggal diisi lagi dengan kompresor yang biasa kita buat pompa ban itu,� ungkapnya penuh semangat.

Uniknya lagi, hampir semua komponen mobil ini semuanya memanfaatkan barang bekas. Meski berasal dari mesin bekas, tetapi mobil tersebut memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan mesin mobil pada umumnya. Mobil udara ini jika dipakai lama mesinnya tidak panas dan output berupa gas buangnya juga bisa dimanfaatkan sebagai AC.

Helmy berharap pengembangan mobil berbahan bakar udaranya yang menghabiskan dana hingga Rp300 juta itu, dapat terselesaikan dan diproduksi secara massal.

Ia juga menerima pihak lain yang ingin bersama-sama mengembangkan mobil berbahan bakar udara, karena biaya pengembangan dan penyempurnaan tidak sedikit. Jika diproduksi secara massal diperkirakan harga mobil berbahan bakar udara ini cukup murah masih di bawah Rp50 juta per unitnya.

Berita yang dilansir Metro TV ini mungkin masih menimbulkan banyak pertanyaan. Setidaknya ada terobosan baru. Semoga ada berita baik selanjutnya. Ditunggu...

Sub-Biosphere 2, Kota Bawah Laut Masa Depan

Bila daratan di bumi terendam air, bila peradaban manusia terlempar ke masa saat Kevin Costner menjelajah dunia penuh air di atas perahu (Waterworld, 1995). Apa yang bisa dilakukan manusia?

Arsitek asal London mungkin menjawab kekuatiran tersebut dengan merancang beberapa bangunan yang menjadi kota di bawah laut untuk mengantisipasi jika bumi terendam air laut di masa datang.
 



Bangunan, atau kota ini dinamai Sub-Biosphere 2 diklaim bisa menampung hingga 100 orang dalam satu kubahnya. Di setiap kubah sudah dirancang agar produksi makanan, udara, lapisan biosfer, laboratorium, tersedia lengkap. Singkatnya, dalam kubah seluas 1.105 kaki ini manusia ak memerlukan kebutuhan lain dari dunia luar.

Pauley merancang bangunan ini karena dirinya meyakini bumi akan tenggelam oleh air laut di masa datang. Ia mengatakan, jika pemanasan global tak ditanggulangi dan terus berjalan, lapisan es akan mencair dan membuat bumi tenggelam oleh air laut.

"Saya ingin ketika orang-orang baru menyadari hal tersebut dan ingin memiliki rumah di bawah laut, saya sudah memilikinya," kata Pauley seperti dikutip dari Daily Mail.


















 

Sumber:
plasa.msn

Shreddies, Celana Dalam Bebas Kentut

Pernah menahan kentut saat di tempat umum atau bertemu orang yang baru kenal? Pasti mati-matian dan gelisah. Tampaknya kekuatiran tersebut tak lama lagi ada solusinya, ini berkat temuan baru: Shreddies, celana dalam yang bisa menetralkan bau kentut Anda.



Celana dalam produksi Shreddies Ltd. perusahaan asal Inggris ini terbuat dari bahan karbon yang disebut zorifex dan sebuah panel kecil di bagian belakang celana. Zorifex digunakan karena bahan ini dipakai oleh ilmuwan dalam meneliti bahan-bahan kimia, gunanya untuk menetralkan bau.

Celana ini sangat tipis dan fleksibel sehingga nyaman digunakan setiap hari. Bila Anda terpaksa kentut, kain akan menahan gasnya kemudian baunya akan dinetralisasi. Jika sudah tak nyaman dipakai, cukup cuci bagian kainnya agar lebih bersih. Jadi jangan kuatir, shreddies bukan celana dalam sekali pakai.

Celana ini hadir dengan dua jenis bentuk. Untuk laki-laki, disediakan bentuk boxer dengan harga US$ 40, sekitar Rp 449 ribu. Sedangkan untuk perempuan, bentuknya lebih mirip dengan celana dalam dengan harga US$ 30 atau setara Rp 337 ribu. Lumayan mahal, ya?


















Sumber:
tempo

Toko Virtual, Cara Baru Belanja via Smartphone

Sepulang kerja Anda sedang menunggu kereta di stasiun lalu teringat harus membeli beberapa kebutuhan rumah tangga, namun malas kalau mampir ke mini market konvensional. Membawa belanjaan dan berdesakan di kereta bukan hal yang nyaman.

Kalau Anda di Korea Selatan, bayangan di atas tidak perlu dikhawatirkan. Anda bisa mampir ke mini market saat menunggu kereta. Anda memilih barang belanjaan di rak-rak yang tersedia. Uniknya tidak ada wujud fisik barang yang dijual, hanya display dengan foto barang-barang yang ditawarkan. Lalu Anda cukup melakukan pembelian dengan melakukan scan QR codes dari smartphone.

 

Tentu, sebelumnya Anda harus mengunduh aplikasi pembaca QR Code yang sudah disediakan di toko tersebut. Nah, setelah memilih barang belanjaan Anda bisa kembali melanjutkan perjalanan pulang. Barang yang sudah dipesan akan dikirim ke alamat rumah pada hari itu juga. Praktis, bukan?

Tampaknya toko virtual semacam ini menjadi tren baru di Korea Selatan dan Jepang. Ini berawal ketika agen periklanan Korea Selatan, Cheil melakukan riset perilaku konsumen dan tren teknologi smartphone di Korea Selatan. Hasilnya,  berbelanja dengan menggunakan teknologi smartphone dan QR codes merupakan hal yang telah menjadi kebiasaan.

 

Perusahaan asal Inggris Tesco melihat peluang ini. Bersama Cheil akhirnya mereka mulai menjalankan strategi bisnis baru ini. Pada 2011 Tesco membuka toko virtual pertama mereka di stasiun kereta api bawah tanah Seolleung dengan nama Homeplus. Selain di stasiun kereta api bawah tanah, toko virtual ini juga berada di tempat-tempat pemberhentian bus.



Homeplus menawarkan lebih dari 500 jenis produk, mulai dari makanan, elektronik, perlengkapan kantor dan alat-alat rumah tangga. Berkat inovasi strategi yang disebut Brick and Click ini, toko virtual Tesco Homeplus langsung mendapatkan nominasi �Design of The Year� oleh London Design Museum di tahun yang sama.














Sumber:
mobgenic.


Panel Surya Sekarang Bisa Diinjak

Selama ini instalasi panel surya masih merepotkan. Harus dipasang di atap, atau membangun tiang khusus untuk pemanfaatan tenaga matahari. Terlalu banyak makan tempat. Masalah ini menimbulkan ide tim di The George Washington University (GW) membuat panel surya yang bisa diinjak-injak.
 
 
Panel surya yang disebut "the walkable solar-paneled pathway " sanggup menahan beban hingga 400 kg dan dilengkapi dengan bahan anti slip yang membuat setiap pejalan kaki tidak akan terpeleset ketika berjalan diatasnya.

Panel surya yang dibuat saat uji coba dengan luas 9,3 meter persegi terdiri atas 27 panel, dan mampu menghasilkan listrik sampai 400 watts yang bisa menghidupi 450 lampu LED yang dipasang di jalanan sekeliling panel surya tersebut.
 

 
 
Untuk merealisasikan proyek ini, tim dari GW tersebut bekerja sama dengan perusahaan Onyx Solar. Perusahaan yang berbasis di Spanyol ini dikenal sebagai perancang dan pembuat  bahan photovoltaic yang menghasilkan listrik dari matahari.





 
 

Seragam Tentara AS Masa Depan Mirip Iron Man

Tampaknya kostum yang dipakai dalam Iron Man bukan sekadar khalayan. Baju anti peluru berteknologi tinggi ini mengilhami angkatan bersenjata Amerika Serikat menjadikannya nyata. Inilah dia TALOS: The Tactical Assault Light Operator Suit.

TALOS adalah baju tempur baja yang sangat inovatif. Di dalamnya terdapat teknologi pemantauan daya, kesehatan, dan sistem senjata canggih. Senada dengan janji Letnal Kolonel Karl Borjes, Penasihat Peneliti di Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Rekayasa US Army, "TALOS juga memiliki sistem komunikasi, sensor, radar, dan lainnya. Semua teknologi terdepan ada di baju tempur baja ini."
 

Ilustrasi


Gareth McKinley, Profesor di Massachusetts Institute of Technology, membenarkan bahwa dirinya dan beberapa ilmuwan lain di MIT tengah membuat baju tempur yang ada di cerita-cerita fiksi di film-film Hollywood.

"Ya, bentuknya akan sama dengan baju Iron Man," kata McKinley. Bahkan, mengingat bahan baku utama dari logam yang rentan terhadap magnet dan listrik, Sersan Mayor Chris Faris mengungkap, "Para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology, AS, terlibat dalam desain baju tempur ini. Tim ilmuwan juga sedang mengembangkan pelindung tubuh cair yang akan melindungi tubuh pengguna dari efek medan magnet dan arus listrik."
 


Tentunya rencana para peneliti militer tersebut mendapat sambutan positif dari para tentara AS. Mereka berharap TALOS cepat terwujud. Dan tampaknya proyek ini tidak main-main. Pengerjaan baju TALOS dijadwalkan rampung dalam waktu satu tahun, dan penggunaannya bisa dimulai pada tahun 2016.

Kemajuan teknologi menyongsong masa depan memang harus dipersiapkan. Keamanan serta keselamatan prajurit sebagai manusia adalah prioritas. Walau pada akhirnya mungkin menguras dana negara untuk kepentingan militer. Tinggal tersisa pertanyaan mendasar: Apakah tujuan utamanya menyelamatkan nyawa atau menjadi mesin penghancur?









 












Sumber:
viva

Google Akan Buat Internet 6 Kali Lebih Murah

Kabar gembira buat pengguna internet. Google punya rencana membuat akses Internet murah untuk masyarakat dunia. Seperti dikutip dari Cnet, Google dilaporkan tengah menjajaki kerjasama dengan organisasi pemerintah AS dan Inggris serta beberapa perusahaan lain yang tergabung dalam wadah Alliance for Affordable Internet (A4AI).

Tujuan gerakan ini adalah mengarahkan negara-negara, khususnya negara berkembang, menuju perubahan kebijakan dan peraturan yang mendorong akses Internet kabel dan nirkabel yang lebih baik.
 



Menurut Badan telekomunikasi PBB, International Telecomunication Union (ITU), biaya koneksi Internet melalui jaringan tetap (fixed-line) di negara berkembang secara siginifikan lebih dari 30 persen dari pendapatan bulanan. Ini dianggap masih terlalu besar.

"A4AI memiliki tujuan khusus, yakni mencapai target Komisi Broadband PBB untuk akses broadband hingga kurang dari lima persen dari pendapatan bulanan di seluruh dunia," kata jennifer Haroon, Eksekutif Utama program akses Google melalui postingan blog.

Sebab itu, A4AI berencana melibatkan 10 negara dalam proyek ini sampai akhir tahun 2015. Nantinya, proyek akan turut mengelola spektrum nirkabel, perizinan jaringan operator, dan mengusahakan pajak murah untuk peralatan telekomunikasi pendukung. Setidaknya hingga di bawah lima persen, atau enam kali lipat lebih murah dari biaya Internet hari ini.

Wah, mudah-mudahan cepat terlaksana di Indonesia.







 




Sumber:
viva